Posted by: dinuho | April 14, 2010

Audio Watermarking

Watermarking audio dapat diartikan sebagai suatu teknik penyembunyian data atau informasi rahasia ke dalam suatu data audio untuk “ditumpangi” (audio host), tetapi orang lain tidak menyadari keberadaan data tambahan pada data host-nya. Jadi seolah-olah tidak ada perbedaan antara audio host sebelum dan sesudah proses watermarking. Metode watermarking dikembangkan sebagai salah satu jawaban untuk menentukan keabsahan pencipta atau pendistribusi suatu data digital.

Metode audio watermarking yang sering
dikaji dapat dibagi menjadi :

1. Domain waktu
Metode ini bekerja dengan cara mengubah data audio dalam domain waktu yang akan disisipkan watermark.
Contohnya dengan mengubah LSB
(Least Significant Bit) dari data tersebut. Secara umum metode ini rentan terhadap proses kompresi, transmisi dan
encoding. Beberapa teknik algoritma yang termasuk dalam metode ini adalah:

a. Compressed-domain watermarking Pada teknik ini hanya representasi data yang terkompresi yang diberi watermark. Saat data di uncompressed maka watermark tidak lagi tersedia.

b.Bit dithering
Watermark disisipkan pada tiap LSB, baik pada representasi data terkompresi atau tidak. Teknik ini membuat derau pada sinyal.

c. Amplitude modulation
Cara ini membuat setiap puncak sinyal dimodifikasi agar jatuh ke dalam pitapita amplitudo yang telah ditentukan

d.Echo hiding
Dalam metode ini salinan-salinan terputus-putus dari sinyal dicampur dengan sinyal asli dengan rentang waktu yang cukup kecil. Rentang waktu ini cukup kecil sehingga amplitudo salinannya cukup kecilsehingga tidak terdengar.

2. Domain frekuensi

Metode ini bekerja dengan cara mengubah spectral content dalam domain frekuensi dari sinyal. Misalnya dengan cara membuang komponen frekuensi tertentu atau menambahkan data sebagai derau dengan amplitudo rendah sehingga tidak terdengar.

Beberapa teknik yang bekerja dengan metode ini:

a. Phase coding
Bekerja berdasarkan karakteristik sistem pendengaran manusia (Human Auditory System) yang mengabaikan suara yang lebih lemah jika dua suara itu datang bersamaan. Secara garis besar data watermark dibuat menjadi derau dengan amplitudo yang lebih lemah dibandingkan amplitudo data audio lalu digabungkan.

b. Frequency band modification

Informasi watermark ditambahkan dengan cara membuang atau menyisipkan ke dalam pita-pita (band) spectral tertentu.

c. Spread spectrum

Dalam metode ini, sinyal yang membawa data watermark dimodulasikan ke dalam derau pita lebar (wideband noise) setelah sebelumnya di multiplikasi dengan suatu pseudorandom sequence.

Segitu saja yah, pengertian singkat mengenai audio Watermarking. Pada dasarnya methode ini di gunakan untuk melindungi hak cipta audio dari pembajakan.


Responses

  1. nice post…😀

    • hahahaa…
      apanya yg nice mbak!?

      maap baru sempet buka blog lg…

      udah selese programnya mba??

  2. ehm, apakah teknik ini bisa di decode dengan mudah??
    tx.

    • hehhh…
      loe…
      ntar gw jelasin pas ketemu aje.

      antara decoding n encoding…
      dah megang gw teori2nya neh watermarking


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: